MAKALAH KIMIA DASAR
TENTANG
KIMIA UDARA
OLEH
CEMING LUKAS WOLFGANG GEGO
CEMING LUKAS WOLFGANG GEGO
PRODI MATEMATIKA
STKIP ST.PAULUS RUTENG
2013
KATA
PENGANTAR
Puji dan Syukur atas Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas segala berkat dan rahmat-Nya,saya dapat menyelesaikan makalah ini
dengan baik dan tepat waktu.
Sebagai manusia yang penuh keterbatasan. Dalam
menyusun makalah ini saya mengalami banyak tantangan,namun berkat bantuan Tuhan
dan sumber –sumber yang saya ambil sebagai acuan untuk menambah wawasan kami
dalam menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa pula saya mengucapakan terima kasih
kepada dosen pembimbing mata kuliah Kimia Dasar dan semua pihak yang telah
membantu saya dalam membuat makalah ini, saya juga mengharapkan agar makalah
ini dapat bermanfaat bagi para pembaca demi menambah wawasan dan pengetahuan.
Saya juga menyadari bahwa makalah yang saya buat ini
masih banyak kekurangan, maka saya mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan
makalah ini.
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul....................................................................................................i
Kata
Pengantar...................................................................................................i
Daftar
Isi..............................................................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2
Rumusan
Masalah.....................................................................................1
1.3
Tujuan Penulisan.......................................................................................1
1.4
Sistematika
penulisan..............................................................
.................1
BAB
II ISI
2.1
Atmosfer
.................................................................................................2
2.2
Kegunaan
Atmosfer.................................................................................3
2.3
Perubahan Tekanan Dan Kerapatan
Gas.................................................3
2.4 Keseimbangan
Panas
Bumi.....................................................................5
2.5 Reaksi Kimia dan Reaksi
Fotokimia.......................................................6
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan.............................................................................................11
3.2
Saran.......................................................................................................11
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................12
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Segala sesuatu yang berada di permukaan
bumi merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Ciptaan Tuhan yang paling tinggi adalah manusia. Dikatakan paling tinggi karena
manusia memiliki akal budi dan dengan akal budinya, ia tahu bagaimana cara
melestarikan lingkungan. Lingkungan merupakan faktor utama yang mempengaruhi
kehidupan manusia.salah satu contohnya adalah udara atau atmosfer yang
merupakan lapisan pelindung, dimana keberadaanya sangat penting bagi kehidupan
di bumi dan berfungsi pula untuk melindungi dari lingkungan dunia luar.lapisan
atmosfer merupakan sumber karbondioksida untuk proses fotosintesis pada
tumbuhan dan oksigen sebagai pernapasan bagi manusia.
1.2 Rumusan masalah
1.Apa itu atmosfer?
2.Apa kegunaan atmosfer?
3.Bagaimanakah perubahan tekanan
dan kerapatan gas?
4.Bagaimanakah keseimbangan panas
bumi?
5.Bagaimana reaksi kimia dan reaksi
fotokimia?
6.Bagaimanakah proses foto kimia?
7.Bagaimanakah reaksi asam dasar?
8.Bagaimana reksi oksigen
diatmosfer?
1.3
Tujuan penulisan
1. Untuk
mendeskripsikan apa itu atmosfer
2. Untuk
menjelaskan apa itu kegunaan atmosfer
3. Untuk
menjelaskan bagaimanakah perubahan tekanan dan kerapatan gas
4. Untuk
menjelaskan bagaimana keseimbangan panas bumi
5. Untuk
menjelaskan bagaimana reaksi kimia dan reaksi foto kimia
6. Untuk
menjelaskan bagaimana proses foto kimia
7. Untuk
menjelaskan bagaimana reaksi asam dasar
8. Untuk
menjelaskan bagaimana reaksi oksigen diatmosfer
1.4 Sistematika Penulisan
Makalah ini berjudul kimia
kingkunagan udara yang terdiri atas tiga bab, dengan perincian sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan, Bab II Isi, Bab III
Penutup
BAB
II
ISI
ISI
2.1
Atmosfer
Atmosfer
terdiri atascampuran gas-gas yang
melindungi permukaan bumi.lapisan atmosfer mengandung 78,1% Nitrogen, 21,0%
Oksigen,0,9% Argon dan 0,03% karbondioksida.Umumnya, lapisan udara mengandung
1-3% uap air. Sebagai tambahan lapisan udara juga berisi sejumlah besar berbagai
jenis gas yang rata-rata di bawah 0,002%.Gas-gas tersebur antara lain neon, helium,
metana, kripton, nitrogen dioksida, amoniak, dan karbon monoksida.
Atmosfer
dibagi dalam beberapa lapisan berdasarkan perbedaan suhu.Lapisan pertama adalah
lapisan troposfer yang ketinggiannya di
mulai dari permukaan laut sampai dengan kira-kira 11 kilometer dari bawah
permukaan bumi.Temperatur pada lapisan troposfe berada pada kisaran
pada permukaan laut dan mengalami penurunan
sampai dengan
pada lapisan paling atas yang berbatasan
dengan lapisan stratosfer. Lapisan selanjutnya adalah lapisan stratosfer yang
ketinggiannya kira-kira 11 km dari permukaan bawah laut. Suhu rata-rata lapisan
stratosfer meningkat dari
Peningkatan suhu pada lapisan ini disebabkan
karena keberadaan lapisan ozon yang mengabsorpsi pancaran sinar ultraviolet.
Pada
atmosfer reaksi yang sering terjadi adalah reaksi fotokimia hasil reaksi dari
pelepasan molekul-molekul foton, hv (Energi E dari sebuah cahaya tampak atau
sinar ultraviolet diberi nama persamaan,
dimana h adalah tetapan Planck dan v adalah
kecepatan cahaya, yang mana berbanding terbalik dengan panjang gelombang.
Pancaran ultraviolet mempunyai frekuensi lebih tinggi daripada cahaya tampak
oleh karena itu, pancaran sinar ultraviolet biasanya lebih aktif dan lebih
mudah untuk memutuskan ikatan-ikatan kimia dalam molekul-molekul yang
diikatnya). Salah satu reaksi fotokimia yang paling penting adalah akibat
keberadaan ozon di stratosfer, dimana
diikat dengan radiasi ultraviolet
berenergi tinggi dengan panjang gelombang berkisar antara 135-176 nm 240-260 nm
di dalam lapisan stratosfer. Reaksi terjadi adalah sebagai berikut:
Atom-atom
oksigen yang dihasilkan oleh pemisahan fotokimia dari
bereaksi dengan molekul oksigen untuk
menghasilkan ozon
.
Dimana M adalah suatu atom atau unsur senyawa lain,
seperti sebuah molekul
, yang mana menyerap energi dari
kelebihan reaksi. Ozon yang terbentuk sangat efektif dalam menyerap radiasi
ultraviolet dalam panjang gelombang 220-330 nm ,yang mana menyebabkan kenaikan
suhu pada lapisan stratosfer. Ozon berfungsi untuk menyaring dan menyerap
radiasi sinar ultraviolet yang bergrlombang pendek yang berasal dari sinar
matahari agar tidak sampai ke bumi.Jika radiasi ini mencapaiu permukaan bumi
maka akan menyebabkan kanker dan kerusakan lain terhadap organisme yang hidup.
2.2 Kegunaan Atmosfer
Atmosfer
merupakan lapisan pelindung yang dimsans keberadaanya sangat penting bagiu
kehidupan di bumi dan berfungsi pula untuk melindungi dari lingkungsn dunia
luar.lapisan atmosfer merupakan sumber karbondioksida untuk fotosintesis
tumbuhan dan oksigen untuk pernapasan. Lapisan ini juga menyediakan gas
nitrogen yang mana proses fiksasi nitrogen oleh bakteri dan proses pembuatan
amoniak bisa terjadi yang menghasilkan komponen-komponen penting bagi makluk
hidup. Sebagai suatu bagian yang mendasar dari siklus hidrologi atmosfer
membawa air laut ke daratan dan kemudian berfungsi sebagai kondensor. Di lain
pihak atmosfer juga digunakan sebagai tempat pembuangan bagi polutan-polutan
yang tercemar mulai dari sulfur dioksida sampai ke freon.
Dalam
peransanya yang sangat penting sebagai suatu perisau pelindung atmosfir
mengabsorpsi banyak dari sinar kosmik dari alam luar dan melindungi organisme.
Lapisan atmosfer juga berfungsi untuk mengabsorpsi radiasi elektromagnetik dari
matahari. Dengan menyerap radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang di
bawah 300 nm, atmosfer menyerap radiasi ultraviolet yang berbahaya yang dapat
menimbulkan kerusakan bagi organisme hidup atmosfer juga berfungsi sebagai
stabilisator bagi temperatur di bumi oleh karena itu lapisan ini menjaga agar
tidak terjadi perbedaan suhu yang ekstrim di bumi.
2.3 Perubahan Tekanan Dan Kerapatan Gas
Semakin
tinggi altitide kerapatan udara menurun secara tajam sebagai akibat dari hukum
gas dan pengaru gravitasi. Dapat dipahami pula bahwa akibat dari gaya hravitasi
bumi ini, sebagian besar dari massa atmosver ini terkosentrasi di daerah dekat
permukaan bumi . Hampir 99% dari seluru massa atmosfer berada di bawa ketinggian
30 km. Kalau dibandingkan dengan diameter dari bumi maka lapisan udara ini
hanyalah merupakan lapisan pelindung yang sangat tipis. Demikian pula massa
total dari atmosfer yang besarnya sekitar
metrik
ton hanyalah sepersejuta dari massa total bumi.
Dari
kenyataan di atas bahwa kenaikan altitude di ikuti dengan penurunan kerapatan
atmosfer, yang berarti penurunan tekananya.antara kenaikan altitude dengan
penurunan tekanan ini terdapat hubungan yang berssifat eksponensial. Secara ideal
pada keadaaan temperatur absolut yang tetap (T) dan tanpa adnya pengaruh lainnya
maka hubungan ini secara matematis dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan
berikut:
Dimana: Po =
tekanan pada ketinggian 0 cm (diatas
permukaan laut)
Ph =
tekana pada ketinggian h cm
e = bilangan
natural(2,718)
M =
berat molekul rata rata udara(di troposfer M=28,97 g/mol)
G =
gaya grafitasi(981cm/
pada permukaan air laut)
H = altitude(dinyatakan dalam cm)
R= Konstanta
gas
Satuan
dari besaran besaran yang dicantumkan di atas dinyatakan dalam
gas(cm-gram-sekon).
Dari persamaan di atas
faktor RT/Mg didefinisikan sebagai scale
height yaitu ketinggian yang mengakibatkan penurunan tekanan sebesar faktor
.
Dengan demikian berarti
bahwa pada ketinggian scale height ini berlaku:
sehingga
Bila
temperatur rata rata pada permukaan air laut misalkan
c(288K) maka ketinggian schale height
dapat dipergitungkan yaitu:
dengan demikian scale
height berada pada ketinggian 8 km dan tekanan pada ketinggian tersebut adalah
atau sekitar 39 % dari tekanan permukaan laut.
Bila h dinyatakan dalam km maka persamaan menjadi :
Bentuk logaritma dari
persamaan tersebut adalah :
Bila
tekanan diatas permukaan laut dianggap tepat 1 atm maka bila disubtitusikan
pada persamaan diatas menjadi :
2.4
Keseimbangan Panas Bumi
Energi
matahari merupakan sumber utama dari semua energi yang sampai ke bumi. Energi radiasi
ini meliputi semua spektrum elektormagnetik namun yang terbanyak adalah sekitar
daerah spektrum sinar tampak. Jumlah energi matahari yang masuk ke atmosfer
sekitar 19,2 kkl/menit/
atau 1,34 x
dan disebut solar constant atau
dinyatakan dengan istilah insolation yang merupakan singkatan dari incoming
solar radiation.
Seandainya
energi yang sangat besar ini mencapai bumi dan terserap seluruhnya maka planet
bumi akan menguap sejak dahulu.Ternyata banyak faktor yang sangat kompleks yang
terlibat dalam pengaturan keseimbangan panas bumi sehingga dicapai kondisi yang
mendukung kelangsungan kehidupan di planet bumi.
Sebagian
dari energi radiasi yang datang dipantulkan kembali ke ruang agkasa oleh awan,
partikel-partikel padat ataupun permukaan bumi. Refleksi atau albedo dari
pemukaan bumi sekitar 34%. Albedo dari permukaan tertentu sangat tergantung
pada daerah dan sifat-sifat daerah tersebut, misalnya daerah yang tertutup salju
di kutub mempunyai refleksi yang tinggi, sementara di lautan refleksinya
rendah.
Sebagian
lainya dari energi radiasi yang datang sekitar 42% untuk pemanasan atmosfer dan
permukaan bumi, 23% untuk penguapan air, sekitar 1% untuk pergerakan angin dan
sebagian kecil untuk proses fotosintesis. Selanjudnya energi ini dilepaskan kembali sebagai panas yang terdegradasi
dalam bentuk radiasi infra merah(ir). Dalam sistem keseimbangan energi ini
terdapat tiga sistem transformasi energi yaitu radiasi, kondusi, konveksi.
Konduksi
suatu proses pemindahan energi melalui interaksi atom atau molekul, molekul yg
berdekatan tanpa disertai gerakan massa atau materi. Konveksi suatu proses
pemindahan energi melalui gerakan seluruh materi baik yang tempraturnya panas
maupun yang dingin. Radiasi suatu proses pemindahan energi melalui pemancaran
gelombang elektromagnetik dalam hampa.
Dengan
demikian panas permukaan bumi dilepas mula-mula melalui proses konduksi dan
konveksi udara dan selanjudnya di pancarkan ke angkasa luar melalui proses
radiasi. Panjang gelombang radiasi energi yang dipancarkan oleh permukaan bumi
lebih panjang dari energi yang diterimanya. Intensitas maksimum radiasi yang
datang pada
yaitu di daerah sinar tampak dan tidak ada
yang berada diluar range 0,12
-3
Sedangkan radiasi yang dipancarkan oleh
permukaan bumi berada pada sinar inframerah dengan insensitas maksimum ℷ =10
.
Suhu
permukaan rata rata
adalah akibat dari adanya penyerapan kembali
energi yg dipancarkan bumi oleh partikel-partikel uap air dan gas karbondioksida
dan selanjudnya sekitar separuh dari energi radiasi kembali ke permukaan bumi.
Molekul-molekul air menyerap energi infra merah pada daerah antara 7-8,5
dan 11-14
, dengan demikian terjadi celah antara
8,5-11
dan diperkirakan energi dapat terlepas melalui
celah tersebut. Gas karbondioksida walaupun kosentrasinya lebih rendah dari uap
air dapat menyerap energi dengan kuat pada daerah 12-16,3
dan dalam hal ini memang peran yang
sangat penting dalam menjaga keseimbangan panas bumi. Kenaikan jumlah
karbondioksida dalam atmosfer dapat mengakibatkan peningkatan suhu permukaan
bumi dan dikenal dengan istilah efek rumah kaca.
2.5
Reaksi Kimia dan Reaksi Foto Kimia
Studi mengenai proses-proses kimia di atmosfer
ternyata tidaklah mudah. Berbagai kendala yang dihadapi terutama adalah masalah
konsentrasi yang sangat rendah dari spesies-spesies yang terlibat sehingga
pengamatan dan pendeteksianya serta analisisnya menjadi sangat sulit. Usaha untuk
membuat suatu simulasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai
keadaan pada altitude yang tinggi ternyata sulit dikerjakan di laboratorium.
Hal ini disebabkan karena adanya gangguan dari spesies yang berasal dari
dinding ruangan yang diakibatkan oleh tekanan udara yang sangat rendah. Spesies-spesies
ini dapat bertindak sebagai katalis sehingga reaksi-reaksi yang seharusnya
berlangsung lambat akan beraksi dengan cepat sehingga tidak memberikan gambaran
yang sesungguhnya.
Proses-proses
di atmosfer meliputi proses kimia yang terjadi pada kondisi atmosfir yang
berlum tercemar, yang mengalami pencemaran berat ataupun pada kondisi
terdegradasi diantara keduanya. Pada proses ini ternyata partikel-partikel baik
berupa cairan maupun yang berupa padat memegang peranan penting terutama bertindak
sebagai sumber dan tempat berlangsung reaksi. Hal paling mendasar dalam proses
kimia di atmosfer adalah pengaruh dari sinar matahari terutama radiasi energi
pada daerah spektrum ultra violet (UV). Radiasi sinar ini mampu menginisiasi
reaksi-reaksi kimia dengan jalan meningkatkan tingkat energi dari
spesies-spesies terlibat. Spesies kimia yang menyerap energi tersebut akan
tereksitasi dan bersifat fotokemis aktif dapat berupa molekul-molekul yang
elektronnya tereksitasi ( dilambangkan dengan: *), radikal bebas (dilambangkan dengan : ) dan ion-ion yaitu atom-atom atau
fragmen-fragmen molekul bermuatan listrik.
Agar
reaksi fotokimia dapat berlangsung maka spesies-spesies kimia yang terlibat
harus mengabsorbsi sinar matahari. Bila absorpsi ini berlangsung di daerah
spektrum sinar tampak maka spesies yang mengabsorbsi akan terlibat berwarna.
Spesies kimia yang menyerap foton dari energi matahari sebesar
akan tereksitasi dan beresifat fotokemis
aktif. Selanjutnya spesies yang tereksitasi ini dapat melepaskan kelebihan
energinya dengan berbagai cara, antara lain melalui :
v Proses
pemadaman fisik yang disertai hamburan energi dalam bentuk energi panas. Akibat
dari proses ini terjsadi kenaikan suhu di lingkungan.
Contoh
:
(dengan
energi translasi lebih tinggi)
v Proses
disosiasi dari molekul-molekul yang tereksitasi
Contoh
:
v Proses
luminesensi yaitu proses pelepasan energi dengan cara pemancaran radiasi
elektromagnetik.
Contoh
:
v Proses
pemindahan energi intermolekuler dimana spesies yang tereksitasi mentransfer
energinya ke spesies lain.
Contoh
:
v Proses
fotoionisasi yaitu melalui pelepasan sebuah elektron.
Contoh
:
Ion-ion dan Radikal Bebas di Atmosfer
Radiasi elektromagnetik berenergi tinggi di
samping membentuk ion-ion secara fotoionisasi juga menyebabkan terjadinya
atom-atom atau kelompok atom dengan elektron-elektron yang tidak berpasangan
yang disebut radikal bebas disebut redikal-radikal
bebas,
O O
C
H H
Karena adanya elektron-elektron yang
tidak berpasangan dan kecendrungan yang
kuat untuk mendapatkan pasangan dari elektron-elektron ini maka radikal-radikal
bebas bersifat sangat reaktif. Reaksinya dengan senyawa-senyawa yang
elektronnya genap akan mengahasilkan radikal bebas baru yang juga bersifat
sangat reaktif. Reaksi-reaksi yang salah satu produknya berupa radikal bebas
disebut reaksi rantai. Contohnya adalah sebagai berikut :
Suatu reaksi
rantai akan terhenti bila radikal bebas yang dihasilkan bereaksi dengan radikal
bebas lainnya sehingga saling meniadakan. Contohnya adalah sebagai berikut :
Radikal-radikal
bebas karena sifatnya yang sangat reaktif, pada umumnya berumur sangat pendek.
Perlu digaris bawahi bahwa umur yang pendek dari radikal bebas ini bukan
berarti bahwa spesies ini tidak stabil. Berbeda halnya dengan spesies yang
elektronnya tereksitasi dimana umurnya yang pendek dapat diakibatkan oleh
kehilangan energi melalui radiasi tanpa bereaksi dengan spesies lain. Radikal
bebas yang terkait dengan reaksi-reaksi fotokimia antara lain radikal bebas
hidroksil (OH ),
hidroperoksil
dan metil
).
Radikal
hidroksil dapat terbentuk melalui berbagai mekanisme. Pada altitude yang lebih
tinggi
terbentuk melalui fotolisis dari air :
Reaksi-reaksi
yang karakteristik dari radikal hidroksil adalah:
1. Pemisahan
atom hidrogen dari suatu substrat yang sesuai :
2. Adisi :
Reaksi ini sangat
kontras dengan sifat ion hidroksil
yang selalu bertindak sebagai basa. Karena radikal hidroksil
memiliki elektron yang tidak berpasangan maka reaksinya dengan senyawa yang
elektronnya genap seperti
. Radikal bebas
ini sangat reakstif terhadap molekul oksigen.
Pada lapisan troposfer,
pembentukan radikal hidroksil terutama terjadi melalui mekanisme yang kompleks
yang didorong oleh pengaruh sinar matahari.
Radikal
hidroksil juga dapat terbentuk dari proses fotolisis uap
Karbon monoksida yang secara alami merupakan komponen penyusun atmosfer dapat bereaksi dengan radikal hidroksil melalui reaksi berikut :
Selanjutnya
:
(radikal hidroksil).
Pada
lapisan atmosfer yang tidak tercemar, hampir 70% dari radikal hidroksil dapat
dihilangkan melalui reaksi dengan CO sedangkan sisanya bereaksi dengan gas
metana.
Radikal
hiroperoksil dapat bereaksi dengan radikal-radikal lainnya:
Sehingga reaksi rantai terhenti.
Pada atmosfer yang
tercemar , radikal hidroperoksik terbentuk melalui proses disoiasi fotolitik
formaldehida.
Dibandingkan dengan
radikal hidroksil, reaksi dari radikal hidroperoksil jauh lebih lambat.
Reaksi
Asam Basa
Reaksi
asam basa di atmosfer terjadi antara speesies-spesies yang bersifat asam dengan
spesies-spesies yang bersifat basa. Spesies yang bersifat asam antara lain
yang terlarut dalam titik-titik air yang ada
diatmosfer.
Untuk
:
Untuk
Konstanta
kesetimbangan dari reaksi untuk
lebih besar dari konstanta kesetimbangan dari
reaksi untuk
karena
lebih mudah larut dalam air serta
merupakan asam yang lebih kuat dari
. Sebagai konsekuensi maka konsentrasi
yang lebih kecil saja depan menyebabkan pH
yang lebih asam daripada yang diakibatkan oleh
yang konsentrasinya lebih besar.
Disamping
dan
spesies lain seperti oksida-oksida nitrogen
dan
dapat membentuk asam yang lebih kuat yaitu
dan
yang sangat berperan dalam terjadinya hujan
asam. Pada umumnya air hujan yang bersifat asam berarti bahwa spesies-spsies
yang bersifat basa antara lain berupa partikel CaO,
dan
. Partikel ini dapat bereaksi dengan
spesies-spesies asam sesuai reaksi berikut :
Disamping
partikel-partikel diatas, spesies basa yang terpenting adalah gas amonia,
. Sumber utama amonia yang ada di atmosfer
adalh hasil biodegradasi senyawa-senyawa biologi yang mengandung nitorgen dan
reduksi senyawa-senyawa nitrat oleh bakteri-bakteri.
Amonia merupakan gas
yang mudah larut dalam air dan memegan peranan penting untuk menetralkan
asam-asam di atmosfer.
Reaksi
Oksigen di Atmosfer
Oksigen
merupakan salah satu penyusun utama dari atmosfer dan memegang peranan yang
paling penting dalam berbagai proses yang terjadi di permukaan bumi. Siklus
oksigen mempunyai arti penting dalam kimia atmosfer maupun dalam proses
kehidupan. Oksigen sangat diperlukan antara lain pada proses-proses penghasil
energi seperti pada pembakaran bahan bakar fosil :
Organisme-organisme
yang bersifat aerobic memerlukan oksigen untuk menghancurkan bahan-bahan organik
menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana.
Disamping itu berbagai
proses pelapukan oksidatif juga membutuhkan oksigen , seperti :
Salah
satu proses unutk mengembalikan oksigen ke atmosfr adalh proses fotosintesis
pada tumbuhan hijau.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kasimpulan
Dari
hasil diskusi kami, kami dapat menyimpulkan bahwa atmosfer terdiri atas
campuran gas-gas yang melindungi permukaan bumi. Lapisan atmosfer mengandung
78,1 % Nitrogen, 21,0% Oksigen, 0,9% Argon, dan 0,03% Karbondiaksi. Kegunaan
atmosfer merupakan lapisan pelindung yang dimana keberadaannya sangat penting
bagi kehidupan di bumi dan berfungsi pula untuk melindungi dari lingkungan
dunia luar. Semakin tinggi altitade kerapatan udara menurunkan secara tajam
sebagai akibat dari hukum gas dan pengaruh gravitasi. Reaksi oksigen di
tamosfer disini oksigen salah satu penyusun utama dari atmosfer dan memegang peranan penting
dalam berbagai proses yang terjadi di permukaan bumi.
3.2 Saran
Kalau
kita melihat kanyataan yang ada di lingkungan kita sekarang ini, banyak
hutan-hutan yang gundul alibat ulah kita sendir yang merusaknya, oleh karena
itu kita harus menghijaukannya kembali dan setelah itu kita harus menjaga dan
merawatnya, dan itu semua untuk anak dan cucu kita nanti.
DAFTAR
PUSTAKA
Rozari de
Philiphi.2009.“ Kimia Lingkungan”. Kupang: Udana Press
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking