Maandag 08 April 2013

http.//gmail.com


MAKALAH KIMIA DASAR
TENTANG
KIMIA UDARA

 








OLEH
CEMING LUKAS WOLFGANG GEGO








PRODI MATEMATIKA
STKIP ST.PAULUS RUTENG
2013
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur atas Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala berkat dan rahmat-Nya,saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu.
Sebagai manusia yang penuh keterbatasan. Dalam menyusun makalah ini saya mengalami banyak tantangan,namun berkat bantuan Tuhan dan sumber –sumber yang saya ambil sebagai acuan untuk menambah wawasan kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Tidak lupa pula saya mengucapakan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah Kimia Dasar dan semua pihak yang telah membantu saya dalam membuat makalah ini, saya juga mengharapkan agar makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca demi menambah wawasan dan pengetahuan.
Saya juga menyadari bahwa makalah yang saya buat ini masih banyak kekurangan, maka saya mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini.

















DAFTAR ISI

Halaman Judul....................................................................................................i
Kata Pengantar...................................................................................................i
Daftar Isi..............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan.......................................................................................1
1.4 Sistematika penulisan.............................................................. .................1
BAB II ISI
      2.1 Atmosfer  .................................................................................................2
      2.2 Kegunaan Atmosfer.................................................................................3
      2.3 Perubahan Tekanan Dan Kerapatan Gas.................................................3
      2.4 Keseimbangan Panas Bumi.....................................................................5
 2.5 Reaksi Kimia dan Reaksi Fotokimia.......................................................6
BAB III PENUTUP
 3.1 Kesimpulan.............................................................................................11
 3.2 Saran.......................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................12








BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Segala sesuatu yang berada di permukaan bumi merupakan ciptaan Tuhan Yang  Maha Esa. Ciptaan Tuhan yang paling tinggi adalah manusia. Dikatakan paling tinggi karena manusia memiliki akal budi dan dengan akal budinya, ia tahu bagaimana cara melestarikan lingkungan. Lingkungan merupakan faktor utama yang mempengaruhi kehidupan manusia.salah satu contohnya adalah udara atau atmosfer yang merupakan lapisan pelindung, dimana keberadaanya sangat penting bagi kehidupan di bumi dan berfungsi pula untuk melindungi dari lingkungan dunia luar.lapisan atmosfer merupakan sumber karbondioksida untuk proses fotosintesis pada tumbuhan dan oksigen sebagai pernapasan bagi manusia.
1.2  Rumusan masalah
1.Apa itu atmosfer?
2.Apa kegunaan atmosfer?
3.Bagaimanakah perubahan tekanan dan kerapatan gas?
4.Bagaimanakah keseimbangan panas bumi?
5.Bagaimana reaksi kimia dan reaksi fotokimia?
6.Bagaimanakah proses foto kimia?
7.Bagaimanakah reaksi asam dasar?
8.Bagaimana reksi oksigen diatmosfer?
1.3 Tujuan penulisan
1.      Untuk mendeskripsikan apa itu atmosfer
2.      Untuk menjelaskan apa itu kegunaan atmosfer
3.      Untuk menjelaskan bagaimanakah perubahan tekanan dan kerapatan gas
4.      Untuk menjelaskan bagaimana keseimbangan panas bumi
5.      Untuk menjelaskan bagaimana reaksi kimia dan reaksi foto kimia
6.      Untuk menjelaskan bagaimana proses foto kimia
7.      Untuk menjelaskan bagaimana reaksi asam dasar
8.      Untuk menjelaskan bagaimana reaksi oksigen diatmosfer
1.4  Sistematika Penulisan
Makalah ini berjudul kimia kingkunagan udara yang terdiri atas tiga bab, dengan perincian sebagai berikut: Bab I Pendahuluan, Bab II  Isi, Bab III Penutup






BAB II   
ISI

2.1   Atmosfer
Atmosfer terdiri  atascampuran gas-gas yang melindungi permukaan bumi.lapisan atmosfer mengandung 78,1% Nitrogen, 21,0% Oksigen,0,9% Argon dan 0,03% karbondioksida.Umumnya, lapisan udara mengandung 1-3% uap air. Sebagai tambahan lapisan udara juga berisi sejumlah besar berbagai jenis gas yang rata-rata di bawah 0,002%.Gas-gas tersebur antara lain neon, helium, metana, kripton, nitrogen dioksida, amoniak, dan karbon monoksida.
Atmosfer dibagi dalam beberapa lapisan berdasarkan perbedaan suhu.Lapisan pertama adalah lapisan troposfer  yang ketinggiannya di mulai dari permukaan laut sampai dengan kira-kira 11 kilometer dari bawah permukaan bumi.Temperatur pada lapisan troposfe berada pada kisaran    pada permukaan laut dan mengalami penurunan sampai dengan  pada lapisan paling atas yang berbatasan dengan lapisan stratosfer. Lapisan selanjutnya adalah lapisan stratosfer yang ketinggiannya kira-kira 11 km dari permukaan bawah laut. Suhu rata-rata lapisan stratosfer meningkat dari  Peningkatan suhu pada lapisan ini disebabkan karena keberadaan lapisan ozon yang mengabsorpsi pancaran sinar ultraviolet.
Pada atmosfer reaksi yang sering terjadi adalah reaksi fotokimia hasil reaksi dari pelepasan molekul-molekul foton, hv (Energi E dari sebuah cahaya tampak atau sinar ultraviolet diberi nama persamaan,  dimana h adalah tetapan Planck dan v adalah kecepatan cahaya, yang mana berbanding terbalik dengan panjang gelombang. Pancaran ultraviolet mempunyai frekuensi lebih tinggi daripada cahaya tampak oleh karena itu, pancaran sinar ultraviolet biasanya lebih aktif dan lebih mudah untuk memutuskan ikatan-ikatan kimia dalam molekul-molekul yang diikatnya). Salah satu reaksi fotokimia yang paling penting adalah akibat keberadaan ozon di stratosfer, dimana diikat dengan radiasi ultraviolet berenergi tinggi dengan panjang gelombang berkisar antara 135-176 nm 240-260 nm di dalam lapisan stratosfer. Reaksi terjadi adalah sebagai berikut:
Atom-atom oksigen yang dihasilkan oleh pemisahan fotokimia dari  bereaksi dengan molekul oksigen untuk menghasilkan ozon .
Dimana  M adalah suatu atom atau unsur senyawa lain, seperti sebuah molekul , yang mana menyerap energi dari kelebihan reaksi. Ozon yang terbentuk sangat efektif dalam menyerap radiasi ultraviolet dalam panjang gelombang 220-330 nm ,yang mana menyebabkan kenaikan suhu pada lapisan stratosfer. Ozon berfungsi untuk menyaring dan menyerap radiasi sinar ultraviolet yang bergrlombang pendek yang berasal dari sinar matahari agar tidak sampai ke bumi.Jika radiasi ini mencapaiu permukaan bumi maka akan menyebabkan kanker dan kerusakan lain terhadap organisme yang hidup.
2.2  Kegunaan Atmosfer
Atmosfer merupakan lapisan pelindung yang dimsans keberadaanya sangat penting bagiu kehidupan di bumi dan berfungsi pula untuk melindungi dari lingkungsn dunia luar.lapisan atmosfer merupakan sumber karbondioksida untuk fotosintesis tumbuhan dan oksigen untuk pernapasan. Lapisan ini juga menyediakan gas nitrogen yang mana proses fiksasi nitrogen oleh bakteri dan proses pembuatan amoniak bisa terjadi yang menghasilkan komponen-komponen penting bagi makluk hidup. Sebagai suatu bagian yang mendasar dari siklus hidrologi atmosfer membawa air laut ke daratan dan kemudian berfungsi sebagai kondensor. Di lain pihak atmosfer juga digunakan sebagai tempat pembuangan bagi polutan-polutan yang tercemar mulai dari sulfur dioksida sampai ke freon.
Dalam peransanya yang sangat penting sebagai suatu perisau pelindung atmosfir mengabsorpsi banyak dari sinar kosmik dari alam luar dan melindungi organisme. Lapisan atmosfer juga berfungsi untuk mengabsorpsi radiasi elektromagnetik dari matahari. Dengan menyerap radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang di bawah 300 nm, atmosfer menyerap radiasi ultraviolet yang berbahaya yang dapat menimbulkan kerusakan bagi organisme hidup atmosfer juga berfungsi sebagai stabilisator bagi temperatur di bumi oleh karena itu lapisan ini menjaga agar tidak terjadi perbedaan suhu yang ekstrim di bumi.
2.3  Perubahan Tekanan Dan Kerapatan Gas
Semakin tinggi altitide kerapatan udara menurun secara tajam sebagai akibat dari hukum gas dan pengaru gravitasi. Dapat dipahami pula bahwa akibat dari gaya hravitasi bumi ini, sebagian besar dari massa atmosver ini terkosentrasi di daerah dekat permukaan bumi . Hampir 99% dari seluru massa atmosfer berada di bawa ketinggian 30 km. Kalau dibandingkan dengan diameter dari bumi maka lapisan udara ini hanyalah merupakan lapisan pelindung yang sangat tipis. Demikian pula massa total dari atmosfer yang besarnya sekitar  metrik ton hanyalah sepersejuta dari massa total bumi.
Dari kenyataan di atas bahwa kenaikan altitude di ikuti dengan penurunan kerapatan atmosfer, yang berarti penurunan tekananya.antara kenaikan altitude dengan penurunan tekanan ini terdapat hubungan yang berssifat eksponensial. Secara ideal pada keadaaan temperatur absolut yang tetap (T) dan tanpa adnya pengaruh lainnya maka hubungan ini secara matematis dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan berikut:
Dimana:           Po        =  tekanan pada ketinggian 0 cm (diatas permukaan laut)
                                    Ph        =  tekana pada ketinggian h cm
                                    e          =  bilangan natural(2,718)
                                    M         =  berat molekul rata rata udara(di troposfer M=28,97 g/mol)
                                    G         =  gaya grafitasi(981cm/  pada permukaan air laut)
                                    H         =   altitude(dinyatakan dalam cm)
            R= Konstanta gas
Satuan dari besaran besaran yang dicantumkan di atas dinyatakan dalam gas(cm-gram-sekon).
Dari persamaan di atas faktor RT/Mg didefinisikan sebagai scale height yaitu ketinggian yang mengakibatkan penurunan tekanan sebesar faktor .
Dengan demikian berarti bahwa pada ketinggian scale height ini berlaku:
             sehingga
           
Bila temperatur rata rata pada permukaan air laut misalkan c(288K) maka ketinggian schale height dapat dipergitungkan yaitu:
           
                  
dengan demikian scale height berada pada ketinggian 8 km dan tekanan pada ketinggian tersebut adalah  atau sekitar 39 % dari tekanan permukaan laut. Bila h dinyatakan dalam km maka persamaan menjadi :
Bentuk logaritma dari persamaan tersebut adalah :
 
Bila tekanan diatas permukaan laut dianggap tepat 1 atm maka bila disubtitusikan pada persamaan diatas menjadi :
 
2.4  Keseimbangan Panas Bumi
Energi matahari merupakan sumber utama dari semua energi yang sampai ke bumi. Energi radiasi ini meliputi semua spektrum elektormagnetik namun yang terbanyak adalah sekitar daerah spektrum sinar tampak. Jumlah energi matahari yang masuk ke atmosfer sekitar 19,2 kkl/menit/  atau 1,34 x   dan disebut solar constant atau dinyatakan dengan istilah insolation yang merupakan singkatan dari incoming solar radiation.
Seandainya energi yang sangat besar ini mencapai bumi dan terserap seluruhnya maka planet bumi akan menguap sejak dahulu.Ternyata banyak faktor yang sangat kompleks yang terlibat dalam pengaturan keseimbangan panas bumi sehingga dicapai kondisi yang mendukung kelangsungan kehidupan di planet bumi.
Sebagian dari energi radiasi yang datang dipantulkan kembali ke ruang agkasa oleh awan, partikel-partikel padat ataupun permukaan bumi. Refleksi atau albedo dari pemukaan bumi sekitar 34%. Albedo dari permukaan tertentu sangat tergantung pada daerah dan sifat-sifat daerah tersebut, misalnya daerah yang tertutup salju di kutub mempunyai refleksi yang tinggi, sementara di lautan refleksinya rendah.
Sebagian lainya dari energi radiasi yang datang sekitar 42% untuk pemanasan atmosfer dan permukaan bumi, 23% untuk penguapan air, sekitar 1% untuk pergerakan angin dan sebagian kecil untuk proses fotosintesis. Selanjudnya energi ini  dilepaskan kembali sebagai panas yang terdegradasi dalam bentuk radiasi infra merah(ir). Dalam sistem keseimbangan energi ini terdapat tiga sistem transformasi energi yaitu radiasi, kondusi, konveksi.
Konduksi suatu proses pemindahan energi melalui interaksi atom atau molekul, molekul yg berdekatan tanpa disertai gerakan massa atau materi. Konveksi suatu proses pemindahan energi melalui gerakan seluruh materi baik yang tempraturnya panas maupun yang dingin. Radiasi suatu proses pemindahan energi melalui pemancaran gelombang elektromagnetik dalam hampa.
Dengan demikian panas permukaan bumi dilepas mula-mula melalui proses konduksi dan konveksi udara dan selanjudnya di pancarkan ke angkasa luar melalui proses radiasi. Panjang gelombang radiasi energi yang dipancarkan oleh permukaan bumi lebih panjang dari energi yang diterimanya. Intensitas maksimum radiasi yang datang pada  yaitu di daerah sinar tampak dan tidak ada yang berada diluar range 0,12 -3 Sedangkan radiasi yang dipancarkan oleh permukaan bumi berada pada sinar inframerah dengan insensitas maksimum â„· =10 .
Suhu permukaan rata rata  adalah akibat dari adanya penyerapan kembali energi yg dipancarkan bumi oleh partikel-partikel uap air dan gas karbondioksida dan selanjudnya sekitar separuh dari energi radiasi kembali ke permukaan bumi. Molekul-molekul air menyerap energi infra merah pada daerah antara 7-8,5  dan 11-14 , dengan demikian terjadi celah antara 8,5-11  dan diperkirakan energi dapat terlepas melalui celah tersebut. Gas karbondioksida walaupun kosentrasinya lebih rendah dari uap air dapat menyerap energi dengan kuat pada daerah 12-16,3 dan dalam hal ini memang peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan panas bumi. Kenaikan jumlah karbondioksida dalam atmosfer dapat mengakibatkan peningkatan suhu permukaan bumi dan dikenal dengan istilah efek rumah kaca.
2.5  Reaksi Kimia dan Reaksi Foto Kimia
 Studi mengenai proses-proses kimia di atmosfer ternyata tidaklah mudah. Berbagai kendala yang dihadapi terutama adalah masalah konsentrasi yang sangat rendah dari spesies-spesies yang terlibat sehingga pengamatan dan pendeteksianya serta analisisnya menjadi sangat sulit. Usaha untuk membuat suatu simulasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan pada altitude yang tinggi ternyata sulit dikerjakan di laboratorium. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan dari spesies yang berasal dari dinding ruangan yang diakibatkan oleh tekanan udara yang sangat rendah. Spesies-spesies ini dapat bertindak sebagai katalis sehingga reaksi-reaksi yang seharusnya berlangsung lambat akan beraksi dengan cepat sehingga tidak memberikan gambaran yang sesungguhnya.
Proses-proses di atmosfer meliputi proses kimia yang terjadi pada kondisi atmosfir yang berlum tercemar, yang mengalami pencemaran berat ataupun pada kondisi terdegradasi diantara keduanya. Pada proses ini ternyata partikel-partikel baik berupa cairan maupun yang berupa padat memegang peranan penting terutama bertindak sebagai sumber dan tempat berlangsung reaksi. Hal paling mendasar dalam proses kimia di atmosfer adalah pengaruh dari sinar matahari terutama radiasi energi pada daerah spektrum ultra violet (UV). Radiasi sinar ini mampu menginisiasi reaksi-reaksi kimia dengan jalan meningkatkan tingkat energi dari spesies-spesies terlibat. Spesies kimia yang menyerap energi tersebut akan tereksitasi dan bersifat fotokemis aktif dapat berupa molekul-molekul yang elektronnya tereksitasi ( dilambangkan dengan:  *), radikal bebas (dilambangkan dengan :      ) dan ion-ion yaitu atom-atom atau fragmen-fragmen molekul bermuatan listrik.
Agar reaksi fotokimia dapat berlangsung maka spesies-spesies kimia yang terlibat harus mengabsorbsi sinar matahari. Bila absorpsi ini berlangsung di daerah spektrum sinar tampak maka spesies yang mengabsorbsi akan terlibat berwarna. Spesies kimia yang menyerap foton dari energi matahari sebesar  akan tereksitasi dan beresifat fotokemis aktif. Selanjutnya spesies yang tereksitasi ini dapat melepaskan kelebihan energinya dengan berbagai cara, antara lain melalui :
v  Proses pemadaman fisik yang disertai hamburan energi dalam bentuk energi panas. Akibat dari proses ini terjsadi kenaikan suhu di lingkungan.
Contoh :
 (dengan energi translasi lebih tinggi)


v  Proses disosiasi dari molekul-molekul yang tereksitasi
Contoh :
v  Proses luminesensi yaitu proses pelepasan energi dengan cara pemancaran radiasi elektromagnetik.
Contoh :
v  Proses pemindahan energi intermolekuler dimana spesies yang tereksitasi mentransfer energinya ke spesies lain.
Contoh :
v  Proses fotoionisasi yaitu melalui pelepasan sebuah elektron.
Contoh :
            Ion-ion dan Radikal Bebas di Atmosfer
                        Radiasi elektromagnetik berenergi tinggi di samping membentuk ion-ion secara fotoionisasi juga menyebabkan terjadinya atom-atom atau kelompok atom dengan elektron-elektron yang tidak berpasangan yang disebut radikal bebas disebut redikal-radikal bebas,
                                            O                                                                O
                  C                                    
                                                      H                                                                H
                                    Karena adanya elektron-elektron yang tidak berpasangan dan kecendrungan           yang kuat untuk mendapatkan pasangan dari elektron-elektron ini maka radikal-radikal bebas bersifat sangat reaktif. Reaksinya dengan senyawa-senyawa yang elektronnya genap akan mengahasilkan radikal bebas baru yang juga bersifat sangat reaktif. Reaksi-reaksi yang salah satu produknya berupa radikal bebas disebut reaksi rantai. Contohnya adalah sebagai berikut :
                                             
                                           
                                    Suatu reaksi rantai akan terhenti bila radikal bebas yang dihasilkan bereaksi dengan radikal bebas lainnya sehingga saling meniadakan. Contohnya adalah sebagai berikut :          
                                    Radikal-radikal bebas karena sifatnya yang sangat reaktif, pada umumnya berumur sangat pendek. Perlu digaris bawahi bahwa umur yang pendek dari radikal bebas ini bukan berarti bahwa spesies ini tidak stabil. Berbeda halnya dengan spesies yang elektronnya tereksitasi dimana umurnya yang pendek dapat diakibatkan oleh kehilangan energi melalui radiasi tanpa bereaksi dengan spesies lain. Radikal bebas yang terkait dengan reaksi-reaksi fotokimia antara lain radikal bebas hidroksil       (OH    ), hidroperoksil  dan metil     ).
                                    Radikal hidroksil dapat terbentuk melalui berbagai mekanisme. Pada altitude yang lebih tinggi      terbentuk melalui fotolisis dari air :
                                            
                                    Reaksi-reaksi yang karakteristik dari radikal hidroksil adalah:
1.     Pemisahan atom hidrogen dari suatu substrat yang sesuai :
      
2.     Adisi :
 
                                                                                              
                        Reaksi ini sangat kontras dengan sifat ion hidroksil  yang selalu bertindak  sebagai basa. Karena radikal hidroksil memiliki elektron yang tidak berpasangan maka reaksinya dengan senyawa yang elektronnya genap seperti     . Radikal bebas      ini sangat reakstif terhadap molekul oksigen.
       
                        Pada lapisan troposfer, pembentukan radikal hidroksil terutama terjadi melalui mekanisme yang kompleks yang didorong oleh pengaruh sinar matahari.
            Radikal hidroksil juga dapat terbentuk dari proses fotolisis uap
     
Karbon monoksida yang secara alami merupakan komponen penyusun atmosfer dapat bereaksi dengan radikal hidroksil melalui reaksi berikut :
         
Selanjutnya :
        (radikal hidroksil).
Pada lapisan atmosfer yang tidak tercemar, hampir 70% dari radikal hidroksil dapat dihilangkan melalui reaksi dengan CO sedangkan sisanya bereaksi dengan gas metana.
Radikal hiroperoksil dapat bereaksi dengan radikal-radikal lainnya:
       
        
Sehingga reaksi rantai terhenti.
Pada atmosfer yang tercemar , radikal hidroperoksik terbentuk melalui proses disoiasi fotolitik formaldehida.
   
         
Dibandingkan dengan radikal hidroksil, reaksi dari radikal hidroperoksil jauh lebih lambat.
Reaksi Asam Basa    
Reaksi asam basa di atmosfer terjadi antara speesies-spesies yang bersifat asam dengan spesies-spesies yang bersifat basa. Spesies yang bersifat asam antara lain  yang terlarut dalam titik-titik air yang ada diatmosfer.
Untuk :
                       

            Untuk
Konstanta kesetimbangan dari reaksi untuk  lebih besar dari konstanta kesetimbangan dari reaksi untuk   karena  lebih mudah larut dalam air serta  merupakan asam yang lebih kuat dari . Sebagai konsekuensi maka konsentrasi  yang lebih kecil saja depan menyebabkan pH yang lebih asam daripada yang diakibatkan oleh  yang konsentrasinya lebih besar.
Disamping dan  spesies lain seperti oksida-oksida nitrogen dan  dapat membentuk asam yang lebih kuat yaitu  dan  yang sangat berperan dalam terjadinya hujan asam. Pada umumnya air hujan yang bersifat asam berarti bahwa spesies-spsies yang bersifat basa antara lain berupa partikel CaO,  dan . Partikel ini dapat bereaksi dengan spesies-spesies asam sesuai reaksi berikut :
Disamping partikel-partikel diatas, spesies basa yang terpenting adalah gas amonia, . Sumber utama amonia yang ada di atmosfer adalh hasil biodegradasi senyawa-senyawa biologi yang mengandung nitorgen dan reduksi senyawa-senyawa nitrat oleh bakteri-bakteri.
Amonia merupakan gas yang mudah larut dalam air dan memegan peranan penting untuk menetralkan asam-asam di atmosfer.
Reaksi Oksigen di Atmosfer
            Oksigen merupakan salah satu penyusun utama dari atmosfer dan memegang peranan yang paling penting dalam berbagai proses yang terjadi di permukaan bumi. Siklus oksigen mempunyai arti penting dalam kimia atmosfer maupun dalam proses kehidupan. Oksigen sangat diperlukan antara lain pada proses-proses penghasil energi seperti pada pembakaran bahan bakar fosil :
           
Organisme-organisme yang bersifat aerobic memerlukan oksigen untuk menghancurkan bahan-bahan organik menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana.
             
Disamping itu berbagai proses pelapukan oksidatif juga membutuhkan oksigen , seperti :
           
Salah satu proses unutk mengembalikan oksigen ke atmosfr adalh proses fotosintesis pada tumbuhan hijau.
           






BAB III
PENUTUP


3.1  Kasimpulan
Dari hasil diskusi kami, kami dapat menyimpulkan bahwa atmosfer terdiri atas campuran gas-gas yang melindungi permukaan bumi. Lapisan atmosfer mengandung 78,1 % Nitrogen, 21,0% Oksigen, 0,9% Argon, dan 0,03% Karbondiaksi. Kegunaan atmosfer merupakan lapisan pelindung yang dimana keberadaannya sangat penting bagi kehidupan di bumi dan berfungsi pula untuk melindungi dari lingkungan dunia luar. Semakin tinggi altitade kerapatan udara menurunkan secara tajam sebagai akibat dari hukum gas dan pengaruh gravitasi. Reaksi oksigen di tamosfer disini oksigen salah satu penyusun utama  dari atmosfer dan memegang peranan penting dalam berbagai proses yang terjadi di permukaan bumi.
3.2  Saran
Kalau kita melihat kanyataan yang ada di lingkungan kita sekarang ini, banyak hutan-hutan yang gundul alibat ulah kita sendir yang merusaknya, oleh karena itu kita harus menghijaukannya kembali dan setelah itu kita harus menjaga dan merawatnya, dan itu semua untuk anak dan cucu kita nanti.












DAFTAR PUSTAKA


Rozari de Philiphi.2009.“ Kimia Lingkungan”. Kupang: Udana Press